Minggu, 14 Maret 2010

KERJA DAN KELETIHAN

Kerja adalah sesuatu yang dikeluarkan oleh seseorang sebagai profesi, sengaja dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Pengeluaran energi untuk kegiatan yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja.

Ada ketikanya seseorang pekerja mengadu keletihan selepas pulang ke rumah. Mereka yang bekerja di ladang dan sebagai buruh binaan akan berasa tubuh badan letih dan sakit-sakit kerana banyak keluarkan tenaga ketika menggunakan tulang empat kerat. Mereka yang bekerja di pejabat pula mengadu letih terutama minda dan mata kerana terlalu kerap bermesyuarat, berfikir dan menghadap komputer. Selain memakan vitamin dan pelbagai makanan tambahan berkhasiat, seseorang pekerja boleh mengelak keletihan dengan pelbagai cara yang disyorkan doktor dan orang tua. Jika tidak, sikap malas, lesu dan bosan akan menguasai diri hingga menjejaskan produktiviti.

Penyebab Keletihan :

1. Aktivitas kerja fisik : pekerja merasakan berat di kepala dan lelah di seluruh badan

2. Aktivitas kerja mental : pikiran pekerja kacau dan mengantuk

3. Stasiun kerja tidak ergonomis : pekerja mengeluh pegal-pegal di punggungnya karena sering

membungkuk dalam waktu yang lama

4. Sikap paksa

5. Kerja statis : pekerja mengeluh pada bagian tangannya merasa sakit karena kerjanya terus-menerus dan tidak disela dengan istirahat dalam waktu yang lama

6. Kerja bersifat monotomi

7. Lingkungan kerja ekstrim

8. Psikologis

9. Kebutuhan kalori kurang : pekerja merasa cepat capek dan usaha yang dilakukan tidak maksimal
10. Waktu kerja-istirahat tidak tepat

Untuk menghilangkan rasa letih, beberapa petua boleh dicuba. Antaranya:

a. Bersifat positif terhadap pekerjaan:

Ketika bekerja, kita hendaklah terus menyenangi apa yang kita lakukan walaupun berat dan membebankan. Kita harus ada minat dalam setiap pekerjaan yang kita buat.

b. Bersantai sejenak:

Gunakan waktu istirehat untuk berehat dan bersantai. Lakukan dengan menarik nafas dalam-dalam untuk beberapa saat. Ini akan meningkatkan tenaga dan tumpuan ketika bekerja.
Jika bekerja di pejabat dan kerap menggunakan komputer, berehatlah lima atau 10 minit dengan memandang ke luar pejabat atau berbual-bual di ruang tamu. Elakkan daripada mengguna komputer secara berterusan melebihi sejam.

c. Nikmati humor dan ketawa:

Berbagai cara boleh dibuat seperti membaca komik dan kartun atau bergurau bersama teman-teman sekerja yang boleh menimbulkan ketawa. Humor dan ketawa dapat membangkitkan tenaga dan kesegaran. Akan lebih mudah menghadapi pekerjaan dengan senyum daripada terus muram.

d. Bekerja secara sistematik:

Buatlah skala dan jadual keutamaan terhadap pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dulu. Ini akan membuat kita tidak terburu-buru dalam bekerja.

e. Banyak minum air mineral:

Air mineral dapat menimbulkan kesegaran dan melancarkan metabolisme tubuh.

f. Lakukan aktiviti fizik:

Untuk mengendurkan otot-otot yang mulai kaku, lakukan gerak badan atau senaman ringan, di dalam atau di luar ruang kerja. Bila pejabat anda terletak di bangunan bertingkat, untuk naik-turun pilihlah menggunakan tangga daripada lif. Jika surau pejabat anda di tingkat satu dan anda bekerja di tingkat lima, apa salahnya turun naik menggunakan tangga untuk menunaikan solat.

Jumat, 05 Maret 2010

PERANAN ANTROPOMETRI DI BIDANG ERGONOMIKA

Istilah antropometri berasal dari kata “anthro” yang berarti manusia dan “metri” yang berarti ukuran. Secara definitif antropometri dapat dinyatakan sebagai suatu studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Antropometri secara luas digunakan untuk pertimbangan ergonomis dalam suatu perancangan (desain) produk maupun sistem kerja yang akan memerlukan interaksi manusia. Aspek-aspek ergonomi dalam suatu proses rancang bangun fasilitas marupakan faktor yang penting dalam menunjang peningkatan pelayanan jasa produksi. Setiap desain produk, baik produk yang sederhana maupun produk yang sangat komplek, harus berpedoman kepada antropometri pemakaiannya. Menurut Sanders & McCormick (1987), Pheasant (1988), dan Pulat (1992) bahwa antropometri adalah pengukuran dimensi tubuh atau karakteristik fisik tubuh lainnya yang relevan dengan desain tentang sesuatu yang dipakai manusia.

Tujuan pendekatan antropometri dalam perancangan alat dan perlengkapan adalah agar terjadi keserasian antara manusia dengan sistemkerja (man-machine system). sehingga menjadikan tenaga kerja dapat bekerja secara nyaman, baik dan efisien. Tenaga kerja akan bekerja secara terus menerus pada setiap hari kerja di tempat kerja tersebut. Karena itu perancangan tempat kerja dan peralatan pendukungnya menjadi penting agar sisi buruk yang ada pada setiap produk tidak muncul.

Antropometri merupakan bidang ilmu yang berhubungan dengan dimensi tubuh manusia. Dimensi-dimensi ini dibagi menjadi kelompok statistika dan ukuran persentil. Jika seratus orang berdiri berjajar dari yang terkecil sampai terbesar dalam suatu urutan, hal ini akan dapat diklasifikasikan dari 1 percentile sampai 100 percentile.

Data dimensi manusia ini sangat berguna dalam perancangan produk dengan tujuan mencari keserasian produk dengan manusia yang memakainya. Pemakaian data antropometri mengusahakan semua alat disesuaikan dengan kemampuan manusia, bukan manusia disesuaikan dengan alat.

Pemakaian data antropometri mengusahakan semua alat disesuaikan dengan kemampuan manusia, bukan manusia disesuaikan dengan alat. Rancangan yang mempunyai kompatibilitas tinggi dengan manusia yang memakainya sangat penting untuk mengurangi timbulnya bahaya akibat terjadinya kesalahan kerja akibat adanya kesalahan disain (design-induced error).

Kenyamanan menggunakan alat bergantung pada kesesuaian ukuran alat dengan ukuran manusia. Jika tidak sesuai, maka dalam jangka waktu tertentu akan mengakibatkan stress tubuh antara lain dapat berupa lelah, nyeri, pusing.

Penelitian yang dilakukan Chang terhadap 30 orang laki-laki sebegai operator pneumatic screwdriver usia 22 tahun panjang lengannnya rata-rata 18,2 cm dan tinggi tubuh rata-rata 168,5 cm, ternyata yang melakukan kerja pada posisi duduk lebih menerima getaran pneumatic screwdriver dan otot lengan depannya mengalami stress dibanding yang posisi kerja berdiri.

Hasil beberapa temuan penelitian di atas memberi keyakinan bahwa semua peralatan harus didesain sesuai antropometri pengguna.

Jika disadari bahwa perancangan suatu produk juga dilakukan oleh manusia, maka perancangan sistem manusia-mesin juga tidak lepas dari faktor-faktor manusia karena sebagian dari kesalahan-kesalahan kerja yang terjadi disebabkan oleh rancangan produk yang tidak mempunyai kompatibilitas dengan manusia yang menanganinya. Karena itu seorang perancang produk mempunyai peran besar dalam mengurangi risiko bahaya akibat kesalahan kerja.

Diantara penyebab kesalahan pengoperasian setiap produk, didapat kesalahan manusia. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa besarnya faktor manusia berperan dalam kelancaran pemakaian produk.

Memang kesalahan adalah manusiawi, tetapi penelitian lebih jauh menunjukkan bahwa kesalahan manusia banyak disebabkan kesalahan rancangan produk. Ini menunjukkan bahwa kesalahan manusia berawal pada perancangannya yang ‘tidak manusiawi’ dan berakibat pada tahap pemakaiannya sebagaimana juga pada perawatannya.

Antropometri Posisi Berdiri
Antropometri posisi berdiri untuk diterapkan pada ergonomi yang terpenting adalah :
1. Tinggi badan
2. Tinggi bahu
3. Tinggi pinggul
4. Tinggi siku
5. Depa
6. Panjang lengan

Antropometri Posisi Duduk
Antropometri posisi duduk terpenting yang harus diukur adalah :
1. Tinggi lutut
2. Lipat lutut punggung
3. Tinggi duduk
4. Lipat lutut telapak kaki
5. Panjang lengan bawah dan lengan

Antropometri kepala
Beberapa bagian yang perlu diukur untuk kepala antara lain :
1. Jarak antara vertek dengan dagu (A)
2. Jarak antara mata dengan dagu (B)
3. Jarak antara hidung dengan dagu (C)
4. Jarak antara mulut dengan dagu (D)
5. Jarak antara ujung hidung dengan lekukan
lubang hidung (E)
6. Jarak antara ujung hidung dengan kepala
belakang (F)
7. Jarak antarai dengan belakang kepala (G)
8. Jarak antara vertex dengan lekukan di
antara kedua alis (H)
9. Jarak antara vertex dengan daun telinga atas
(I)
10. Jarak antara vertex dengan lubang telinga
(J)
11. Jarak antara vertex dengan daun telinga
bawah (K)
12. Lingkar kepala membujur (L)
13. Lingkar kepala melintang (M)
14. Lebar kepala (N)
15. Jarak antara kedua mata (O)
16. Jarak antara kedua pipi (P)
17. Jarak antara kedua lubang hidung (Q)
18. Jarak antara kedua persendian rahang
bawah (R)
19. Jarak antara kedua daun telinga (S)
20. Jarak antara cuping hidung (T)

Antropometri tangan
Pada antropometri tangan beberapa
bagian yang perlu diukur adalah :
1. Panjang tangan (A)Tebal2. Panjang telapak tangan (B)
3. Lebar tangan sampai ibu jari (C)
4. Lebar tangan sampai matakarpal (D)
5. Ketebalan tangan sampai matakarpal (E)
6. Lingkar tangan sampai telunjuk (F)
7. Lingkar tangan sampai ibu jari (G)

Antropometri kaki
Pada antropometri kaki beberapa bagian yang perlu diukur adalah :
1. Panjang kaki (A)
2. Lebar kaki (B)
3. Jarak antara tumit dengan telapak kaki yang lebar (C)
4. Lebar tumit (D)
5. Lingkar telapak kaki (D)
6. Lingkar kaki membujur (E)

Agar dapat mendesain produk sesuai edengan ukuran manusia, maka dalam mendesain produk harus disesuaikan dengan ukuran terbesar (95 th percentile) dan ukuran terkecil tubuh (5 th percentile).

Untuk mendisain produk secara ergonomis yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau mendesain produk yang ada pada lingkungan haruslah disesuaikan dengan antropometri manusia yang ada di lingkungan itu sebab bila tidak sesuai maka akan menimbulkan berbagai dampak negatip yang akan terjadi baik dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang.

Pengaplikasian ergonomi ke dalam desain tidaklah mudah dalam pengertian seringkali implementasi ergonomi mempengaruhi harga jual produk Namun demikian, ini bukanlah suatu excuse untuk tidak memperhaikan faktor ergonomi.

Ilmu ergonomi memang masih relative baru di Indonesia, itupun baru diperkenalkan dan diaplikasikan di lingkungan tertentu secara sporadis. Dalam dunia perancangan kenyataan menunjukkan betapa kesadaran ergonomic belum tertanam. Kasus-kasus kecelakaan yang terjadi di sektor perhubungan maupun industrilebih banyak diakibatkan oleh salahnya pendekatan antropometri pada desain.

Jumat, 26 Februari 2010

SISTEM KERANGKA DAN OTOT MANUSIA

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.

Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.

Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :

  • kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek
  • Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi
  • Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.

2 bagian sistem kerangka manusia adakah:

  1. Kerangka aksial
  2. Kerangka penyokong
    • Lengkungan pektoral
    • Lengkungan pelvis
    • Tulang-tulang anggota depan
    • Tulang-tulang anggota Belakang

Rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut:

  1. Memberi bentuk tubuh
    Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
  2. Tempat melekatnya otot
    Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
  3. Pergerakan
    Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
  4. Sistem kekebalan tubuh
    Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk antibodi.
  5. Perlindungan
    Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:
    • Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.
    • Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.
    • Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan jantung.
    • Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu.
    • Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem pencernaan, dan pinggul.
    • Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
    • Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
  6. Produksi sel darah
    Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah.
  7. Penyimpanan
    Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.